- TIADA KEBAHAGIAN YANG PALING INDAH, SELAIN KEINDAHAN BERBAGI DAN BERMANFAAT BAGI SESAMA - THE MOST BEAUTIFUL THINGS OF HAPPINESS, EXCEPT BEAUTY OF SHARE AND USEFUL FOR OTHERS, WARM REGARDS : ELJUNI EDIN GIRSANG, FACEBOOK : http://www.facebook.com/eljuni.girsang, MYSPACE : http://www.myspace.com/eljuni.girsang, TWITTER : http://www.twitter.com/ELJUNI_EG, YOUTUBE CANAL : http://www.youtube.com/TheEljuni -

Jumat, 28 Januari 2011

BENNY WENAS BANTING STIR ( incar bisnis baru asuransi kerugian)


(Lzoonie): Setelah melepas jabatan eksekutif di sebuah multifinance (PT. WOMF) ,
Benny Wennas pada saat ini memiliki sendiri perusahaan pembiayaan
dan tengah mengincar sebuah perusahaan asuransi kerugian untuk sinergi bisnis.
Benny kini adalah pemilik Barly Group, sebuah induk perusahaan yang disiapkan menjadi motor bagi usaha yang dirintisnya. Untuk tahap pertama Barly mengendalikan Bess Finance.
Menurut dia, asuransi akan sangat mendukung bisnis mutifinance. “Bess kini memiliki 90 jaringan cabang dengan 1.600 karyawan. Kedepan kami akan membeli sebuah perusahaan asuransi kerugian. Sebab pembiayaan kan butuh asuransi, ini akan melengkapi,” tuturnya.
Multifinance dan asuransi merupakan produk yang saling terkait. Perusahaan pembiayaan memerlukan proteksi asuransi untuk setiap rupiah kredit yang dikucurkannya.
Benny merupakan mantan Presiden Direktur Wahana Otomitra Multifinance (WOM Finance), perusahaan pembiayaan milik PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Dia berhenti
pada 2005, dan menjual saham miliknya di multifinance itu. Usaha jasa keuangan pertama
yang disentuhnya adalah Bess Finance, multifinance spesialis pembiayaan sepeda motor dan mobil bekas. Total pembiayaan hingga akhir tahun 2010 ditargetkan Rp500 miliar sudah terpenuhi. Dia memilih membiayai motor bekas bukan tanpa alasan kuat. “Kalau setiap tahun terjual 7,5 juta unit motor, maka setahun berikutnya pasti itu telah menjadi bekas. Biarlah untuk motor baru digarap oleh multifinance yang telah mapan.” Benny menambahkan, Barly juga
tengah mengincar bisnis pertambangan nikel di kawasan Indonesia timur. Dia saat ini juga menjalankan bisnis sewa mobil melalui sayap bisnis lainnya.
Menjanjikan Menurut Benny, bisnis multifinance saat ini makin menjanjikan
karena pasar makin luas dan kebutuhan produk pembiayaan yang makin beragam. Itulahnya sebabnya, alumni Universitas Trisaksi ini kembali menerjuni bisnis pembiayaan dalam posisi yang berbeda. Di Bess Finance, Benny menjabat sebagai presiden komisaris sekaligus sebagai
pemegang saham. Dia optimistis aset industri multifinance hingga akhir tahun ini bisa melampaui target industri, menyusul kondisi perekonomian nasional yang terus membaik setelah krisis global. Hingga semester I/2010, aset industri multifinance tercatat menembus Rp205 triliun, atau melampaui target yang dipatok Rp200 triliun hingga akhir tahun ini.
Menurut Benny, kondisi pasar pembiayaan kendaraan bermotor masih sangat besar. Ini tercermin dari penjualan mobil yang mencapai 500.000 unit dan sepeda motor 7,5
juta unit di tahun 2010. Dia menambahkan potensi itu dipastikan bakal mendongkrak pertumbuhan multifinance hingga melampaui target industri. “Saya pikir pertumbuhan pembiayaan masih sangat bagus hingga akhir tahun ini.” Asosiasi Perusahaan Pembiayaan
Indonesia meningkatkan proyeksi pertumbuhan aset multifinance hingga akhir tahun ini mencapai Rp220 triliun, menyusul aset multifinance yang mencapai Rp205 triliun hingga tahun 2010.



0 komentar:

Poskan Komentar

Teamwork Quotes

SHARING DOCUMENT

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More