- TIADA KEBAHAGIAN YANG PALING INDAH, SELAIN KEINDAHAN BERBAGI DAN BERMANFAAT BAGI SESAMA - THE MOST BEAUTIFUL THINGS OF HAPPINESS, EXCEPT BEAUTY OF SHARE AND USEFUL FOR OTHERS, WARM REGARDS : ELJUNI EDIN GIRSANG, FACEBOOK : http://www.facebook.com/eljuni.girsang, MYSPACE : http://www.myspace.com/eljuni.girsang, TWITTER : http://www.twitter.com/ELJUNI_EG, YOUTUBE CANAL : http://www.youtube.com/TheEljuni -

INDONESIAN FINANCIAL SERVICES ASSOCIATION

Unite, develop and provide services to members to promote / develop business financing services in accordance with the powers possessed and the provisions in force in Indonesia.

GUNADARMA UNIVERSITY

To create a new ight future materially and spiritually would be an agony. All strength given to face all challenges comes toward. Nevertheless, all successes achieved will come around to us to justify senses. To grow righteous and well educated man, tough mentally and spiritually.

PT. PRIMA SWADANA PERKASA FINANCE - PSP GROUP

One company where I work and learn about business financing, a very valuable experience, a lot of things that I learned here. and the main thing is that all employees are very fond of good company and fellow employees, from top management and even the office boys / girls. EMPLOYER BRANDING.

PT. WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA FINANCE,TBK

To be one of the best consumer financing company in Indonesia with good corporate governance, Prioritize customers and business partners satisfaction, Establishing IT infrastructure in order to perform,good processing, Develop and expand business networking, especially in highly potential areas.

PT. FINANSIA MULTI FINANCE - Kreditplus

One of The Largest Provider of Consumer Financing Products and Services In Indonesia, To provide the best consumer financing products and services to the community, To establish a framework for people to learn, to develop and to perform, creating value and opportunities.

Rabu, 04 Mei 2011

SUZUKI FINANCE INDONESIA Upgrade 6 PointOfSales Jadi Cabang Baru Dan Asuransikan Collector dan ProfColl/DebtCollector.

[Lzoonie] : PT Suzuki Finance Indonesia berniat membuka enam cabang baru hasil peningkatan status titik layanan (point of sales) yang sudah ada.

Wakil Direktur Utama Suzuki Finance Benny Saliman menargetkan dapat memiliki sebanyak 210 cabang pada akhir tahun ini. “Kami belum berniat mengekspansi cabang, hanya peningkatan statusnya,” ujarnya siang ini. 

Keenam cabang tersebut, lanjutnya, ada di Cikarang, Linggau, Aceh, Meulaboh, Solok, dan Kolaka. 

Perseroan juga sedang menggalakkan promosi dalam rangka undian berhadiah bagi konsumen perusahaan mulai 1 April hingga akhir Juni dalam rangka ulang tahun perusahaan yang keenam. 

Undian tersebut, tuturnya, berhadiah enam mobil Suzuki Estillo, 16 motor Satria, dan 36 ponsel Blackberry. Perusahaan juga menggelar donor darah serentak di kantor pusat dan kantor area seluruh Indonesia pada 13 Mei. 

Suzuki Finance juga berencana menyosialisasikan program pelatihan berkendara dengan aman (safety riding course) di beberapa SMU di Jakarta. 


Tahun ini, perusahaan itu menargetkan nilai pembiayaan sebesar Rp.3 triliun dari pembiayaan sebanyak 200.000 unit motor. Suzuki Finance merupakan anak usaha Itochu Corp dan Suzuki Motor Corp asal Jepang, serta PT ITOCHU Indonesia.
PT Suzuki Finance Indonesia berniat memberikan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa bagi penagih utang profesional (professional debt collector) yang bekerja untuk perusahaan itu. Rencana tersebut diharapkan dapat memberi jaminan bagi keluarga pekerja di bidang itu.

Senior Exc. GM Collection & Asset Suzuki Finance Mahadi Soeseno mengatakan niat perusahaan tersebut terkait dengan beberapa kasus kekerasan dan kematian yang justru menimpa penagih utang sejak tahun lalu. “Beberapa kasus kekerasan dan kematian justru terjadi kepada debt collector kami dan kami berniat memberikan asuransi kepada mereka karena kasihan keluarganya yang ditinggalkan, risiko mereka besar,” ujarnya kepada pers hari ini. Tindakan nasabah nakal, lanjutnya, terkadang disebabkan adanya mafia yang sengaja menjual motor tanpa surat (motor bodong) dengan harga setengah dari harga baru ke daerah terpencil misalnya ke Poso atau ke pedalaman Kalimantan. 

Dia mengatakan beberapa contoh kasus kekerasan terhadap debt collector yang terjadi adalah kematian debt collector di Madiun dan Jember yang terjadi pada tahun lalu. 
Mahadi menduga kekerasan debt collector yang sering dikeluhkan masyarakat terjadi karena adanya target tinggi dari agen penagih utang tersebut dalam beberapa periode. Dia menjelaskan seorang debt collector biasanya harus menyetor sejumlah dana misalnya sebesar Rp3 juta—4 juta untuk masuk ke yayasan atau agen dan dibebani target untuk 3 bulan. 
Untuk mengejar target tersebut, debt collector harus mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi agar setoran yang sudah dibayarkan kepada agen tidak hangus.



ASTRA SEDAYA FINANCE - ASTRA GROUP Peroleh Pinjaman Dalam & Luar Negeri Rp. 2,9 Triliun.

[Lzoonie] : Astra Sedaya Finance (ASF), salah satu perusahaan pembiayaan Astra International, mengantongi pinjaman senilai US$ 340 juta atau senilai Rp.2,9 Triliun dari konsorsium 13 bank.


Direktur Utama ASF Djony Bunarto Tjondro mengatakan konsorsium itu terdiri dari :


1.    Standard Chartered Bank,
2.    HSBC,
3.    UOB,
4.    BNP Paribas,
5.    OCBC,
6.    BoTMU,
7.    Bank Mandiri,
8.    SMBC,
9.    China Trust,
10. Mizuho,
11. JP Morgan,
12. BEA, dan
13. ANZ Bank. 

“Selain pinjaman dari luar negeri tersebut, saat ini perseroan masih didukung sejumlah bank di dalam negeri dalam melakukan pembiayaannya, baik dalam bentuk pinjaman bilateral maupun pembiayaan bersama,” ujarnya. 

Dia mengatakan penandatanganan perjanjian dilakukan oleh dirinya didampingi Direktur Keuangan dan Resiko ASF Chan Kim Kooi di Hotel Mandarin Oriental, Singapura, pada 29 April 2011.


Menurut dia, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Grup Astra Credit Companies tersebut akan menggunakan fasilitas pinjaman itu untuk mendukung pembiayaan perseroan pada tahun 2011 ini.


BIMA MULTIFINANCE, 2010 Memperoleh Laba Rp.90,940,000,000,- , 2011 Targetkan Pembiayaan Rp. 1 Triliun

[Lzoonie] : Pendapatan PT Bima MultiFinance meningkat sebesar 219,92% menjadi Rp.90,940,000,000,- pada 2010 dibandingkan dengan Rp.28,420.000,000,- pada 2009.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan baru-baru ini ditunjukkan mayoritas pendapatan perusahaan ditopang oleh kenaikan pembiayaan konsumen yang meningkat sebesar 112,68%. Peningkatannya dibukukan menjadi Rp 45,640,000,000,-  pada 2010 dibandingkan dengan Rp. 21,460.000.000,-  pada 2009.

Namun, peningkatan terbesar terjadi pada pendapatan administrasi, yang bisa berupa denda, sebesar 1.380% menjadi Rp.31,820,000,000,- pada 2010 dari Rp.2,150,000,000,- pada 2009. Pendapatan sewa pembiayaan juga meningkat 624,19% menjadi Rp.2,440,000,000,-  dari Rp.337,950,000,-  pada 2009.

Pendapatan dari segmen anjak piutang perusahaan juga meningkat 234,21% menjadi Rp.3,450,000,000  dari Rp.1,030,000,000,-  pada periode yang sama. Pendapatan giro dan deposito perusahaan hanya meningkat sebesar 24,31% menjadi Rp.142,350.000,-  pada 2010 dari Rp.114,510,000,-  pada 2009.

Perusahaan yang didirikan pada 1990 dengan nama PT Lautan Berlian Pacific Finance tersebut juga membukukan laba bersih sebesar 39,44% menjadi Rp. 5,000,000,000,-  dibandingkan dengan Rp.3,580,000,000,-  pada tahun sebelumnya.


PT Bima Multi Finance menargetkan pembiayaan sebesar Rp. 1 Triliun pada 2011. Jumlah ini meningkat 29,87% dibandingkan dengan pembiayaan pada 2010, yakni Rp. 770,000,000,000,- .
Direktur Keuangan Bima Finance Wina Ratnawati mengatakan total pembiayaan yang dilakukan perusahaan mencapai Rp.770,000,000,000,-  pada 2010 atau naik 126,47% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp. 340,000,000,000,- .

“Pembiayaan mobil bekas mencapai 55%, motor 40%, dan alat berat sekitar 5%. Kami menargetkan pembiayaan berkisar Rp1 triliun tahun ini,” tutur Wina Ratnawati.

Perusahaan bekerja sama dengan 23 bank dalam hal pendanaan pembiayaan, seperti Bank Mutiara, Bank Yudha Bhakti, Bank Victoria dan terbaru dengan Bank Mayora.
Menurut Wina, Bank Mutiara merupakan sumber pendanaan terbesar yang memberikan pinjaman sekitar Rp100 miliar – Rp200 miliar. Realisasi pinjaman akan dilakukan pada triwulan II/2011.


MANAGEMENT BIMA MULTIFINANCE
DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama : Eddy Edgar Hartono
Komisaris : Djuanda Setiawan
DEWAN DIREKSI
Direktur Utama : Ninoy Tandra Matheus
Direktur : Wina Ratnawati

Direktur : Sumandi Sjamsoeri.

PT Bima Multi Finance (Bima Finance) adalah perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak tahun 1990 dengan nama awal PT Lautan Berlian Pacific Finance. Setelah mengalami beberapa kali perubahan nama perseroan, pengurus dan pemegang saham, maka pada tanggal 08 Agustus 2006 perusahaan diambil alih oleh pemegang saham dan manajemen yang sekarang dan pada tanggal 18 Oktober 2006 perseroan berubah nama menjadi PT Bima Multi Finance.

Bima Finance mendapat persetujuan dan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. W7-0263 HT.01.04-TH 2006 tanggal 17 Nopember 2006. Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) dalam Surat Keputusan No. 956/KMK.013/1990 tanggal 16 Agustus 1990. Perusahaan juga telah memperoleh Keputusan Menkeu No. Kep-148/KMK.12/2006 tanggal 1 Desember 2006 tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan sehubungan penggantian nama menjadi PT. Bima Multi Finanace.

Saat ini Bima Finance bergerak dibidang usaha Consumer Finance, Leasing dan Factoring. Prioritas pembiayaan adalah pada Consumer Finance, yang dalam hal ini berupa pembiayaan kendaraan bermotor roda empat (mobil). Dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan pelayanan untuk mencapai suatu kepuasan bagi pelanggan, maka Bima Finance menerapkan “service excellent dan one day service” dalam setiap pelayanan yang diberikan.

Walaupun dengan usia operasional yang tergolong masih relatif muda dengan manajemen yang baru saat ini, Bima Finance siap untuk menjadi yang terbaik karena didukung dengan sumber daya manusia yang telah berpengalaman dan kuat di bidangnya. Sebagai usaha dalam memberikan layanan yang terbaik, maka Bima Finance juga siap untuk mengembangkan usahanya dengan membuka cabang-cabang dan memberikan informasi melalui situs Bima Finance, sehingga prinsip berupa kenal dan dekat kepada pelanggan mencapai seperti yang diharapkan.



NSC FINANCE - 2010 Raih Keuntungan Bersih Rp. 30.78 Miliar (Naik 18.83%)


[Lzoonie] : PT Nusa Surya Ciptadana (NSC Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp.30.780.000.000,- pada tahun 2010, meningkat sebesar 18,83% dibandingkan dengan laba bersih yang dicatatkan pada 2009 sebesar Rp.25.900.000.000,-.
Laporan keuangan perusahaan yang baru saja dipublikasikan, menunjukkan perseroan membukukan kenaikan laba bersih yang lebih besar dibandingkan dengan pendapatannya, yang naik sebesar 15,24%, karena peningkatan beban pajak yang rendah yaitu sebesar 2,6%.Beban pajak perseroan meningkat tipis dari Rp.9.440.000.000,- pada 2009 menjadi Rp.9.690.000.00,- pada tahun 2010. Adapun, pendapatannya meningkat dari Rp.356.940.000.000,- pada 2009 menjadi Rp. 411.370.000.000,- pada 2010.
Namun, NSC Finance tidak memerinci pendapatan yang diterimanya sehingga tidak tersurat segmen usaha yang digelutinya. Namun, dari laporan keuangan perusahaan yang berkantor di Jl. Brig.Jend Katamso No. 5 Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat itu ditunjukkan lini bisnis perusahaan adalah penyalur kredit sepeda motor khususnya HONDA dan DANA TUNAI.

Indikasi tersebut juga terlihat di sisi aset perusahaan yang menunjukkan perseroan memiliki piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp. 1.680.000.000.000,- pada 2010, meningkat sebesar 9,34% dari Rp.1.540.000.000.000,- pada 2009.
Piutang itu mendukung peningkatan tipis aset perseroan sebesar 8,75% menjadi Rp.1.570.000.000.000,- menjadi Rp.1.710.000.000.000,- pada periode yang sama.
NSC FINANCE, sendiri bercikal bakal dari Dealer HONDA ternama di Jakarta dengan nama NUSANTARA SURYA SAKTI MOTOR, yang berlokasi dibilangan SLIPI-KOTA BAMBU, atau tepatnya lebih dekat dengan daerah TANAH ABANG.

Pendiri NSS MOTOR adalah Bapak AMO HARTANTO KANADI (TAN AMO) yang wafat pada 17 Maret 2011, Usaha keluarga yang berkembang dan diteruskan oleh putra-putri beliau :

1. HENRY KRISTANTO KANADI
2. MARIA ELISABETH KANADI
3. MARLINA KANADI
4. GUNAWAN KANADI
5. TONY KANADI
6. JONY KANADI
7. BINTORO KANADI
8. AGUS KANADI
9. IRAWAN KANADI



Dan berikut adalah anak-anak perusahaan yang tergambung dalam family bussines group NUSANTARA SAKTI GROUP :

- PT NUSA SURYA CIPTADANA FINANCE
- PT NIAGA SUPER SURYA
- PT NUSANTARA SAKTI
- PT MULYA MANDIRI SAKTI
- PT NUSANTARA SURYA SAKTI
- PT K-SYSTEM INDONESIA PERSADA
- PT SEMARANG PACKAGING INDUSTRY
- PT SYNUS TONERINDO PRIMA
- PT KARMA AROMA SEJAHTERA
- PT IVARO VENTURA
- CV PULAU MAS
- CV GOLDEN NUSANTARA
- CV PURE WATER REFILL
- TOKO COLOMBO BARU


Teamwork Quotes

SHARING DOCUMENT

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More